Diposkan pada Uncategorized

Keuntungan dan kerugian Root

Hallo. Apa kabar. Semoga semuanya baik baik saja, kali ini kita akan bahas seputar root. Emang gunanya apa sih? Langsung saja Lanjutkan membaca “Keuntungan dan kerugian Root”

Iklan
Diposkan pada Uncategorized

Review Xiaomi Redmi 4X Santoni: Hp yang worth banget

​Hallo. Apa kabar, semoga semuanya baik baik saja. Kali ini saya dapat HH baru pengganti HH Oppo saya yang kebanting karena masalah pribadi. Ok, seperti apa sosoknya. Cekidot

Dia adalah Xiaomi Redmi 4X dengan kode Santoni. Speknya sih standar masa kini, tetapi lumayan bertenaga juga (RAM 2GB, ROM 16GB, MIUI 8.2.9.0, Snapdragon 435 1.40 Ghz Octa Core). Saya beli disebuah toko fisik di kota saya dengan mahar Rp1.425.000 warna Black dan ini hp dengan garansi distributor (sebenarnya mau yang resmi, apa daya yang resmi mahal euy).

Hp ini memiliki layar 5 inch dengan resolusi 720×1280 pixels, 293 ppi, dengan dimensi 139,2 x 70,0 x 8,7mm, berat 150 gram membuat hp ini pas digenggaman saya (Saya juga pernah pakai Vivo Y51L dengan layar 5 inch dan tidak pas digenggaman tangan karena ukuran hp nya yang terlalu besar seperti phablet) dan layar ini saya ga tau jenisnya dengan lengkungan 2.5D dan ga borderless (tersamarkan kalau warnanya hitam. Warna lain bakal keliatan jelas) Dengan OS MIUI 8.2.9.0 Global Stable (baru tau device ini sudah diflash oleh tokonya supaya bisa diinstal ROM ini. Terlihat dari setelan pengembang yang memberitahukan bahwa perangkat saya sudah terbuka, padahal belum saya utak atik. Distributor mah gitu)

Android 6.0.1 Marshmallow, RAM 2GB (Tersisa 900 MB sampai 1 GB pas idle) dan ROM 16GB (Tersisa 10 GB dan ketika dipakai cuma Tersisa 5 GB sehingga kudu pakai micro-sd) O iya, untuk slot SIM dia udah Hybrid SIM 1 Micro, SIM 2 Nano- Micro-SD (saya cabut dan saya pasang SIM karena di marahin ortu :lol:) Anda harus pilih sesuai kebutuhan. Terlebih dengan storage yang kapasitasnya ga banyak saya sarankan sih Micro-SD atau kalau ga pake USB OTG aja dipasang flashdrive karena dia mendukung tanpa utak atik seperti beberapa seri Redmi sebelumnya. O iya, dengan CPU Qualcomm Snapdragon 435 Octa Core 1.40 Ghz dan GPU Adreno 505 450 Mhz yang dilock diclock 375 Mhz semuanya dilibas dengan lancar. Bahkan seri GTA San Andreas yang sudah dimod dan beratnya luar biasa masih lancar dimainkan di HH ini (saya udah coba di Snapdragon 400/410 dan Adreno 305 dan hasilnya ngelag karena memang tidak kompatibel dengan game itu).

Skor AnTuTu Benchmark

Untuk kamera dia menggunakan sensor Samsung dengan ukuran 13 MP CMOS PDAF dengan led Flash jadi atur fokusnya jadi gampang dan kamera depan 5 MP tanpa led flash sepertinya cukup untuk saya yang memang bukan selfieholic hehehe. O iya tombol kapasitif hadir tanpa cahaya dan led notifikasi dibawah tombol kapasitif. Tidak adanya cahaya di tombol kapasitif membuat bingung saya ketika menekan tombol tersebut apalagi dengan body yang berwarna hitam klop membuat saya kadang kebingungan untuk menekan tombolnya. Ketika membuka kotak nya kita akan dapat kitab dengan bahasa dewa (karena distributor), petunjuk dari distributor (gaperlu, saya udah bisa menguasai MIUI karena udah pernah pake meski cuma launchernya doang), SIM Ejector Tray, charger dan hp itu sendiri tanpa ada pelindung apa apa. Untuk charger colokannya yang berbentuk gepeng karena colokan China memang gitu jadi kudu pake konverter buat bisa masuk ke colokan Indonesia. Untuk dayanya, dia mensuplai 5V/2A, dan tipe charger nya adalah MDY-08-EV. Uniknya, untuk Redmi 4X ini dia support fast charging asal charger nya mendukung daya hingga 9V. Tapi untuk sekarang sih saya sudah nyaman dengan pemakaian segini. Untuk Screen On Time dengan pemakaian di charge pas tidur terus dipakai dari pagi sampai malam bisa tembus 5 jam 38 menit lebih, ini pun dengan kondisi saya main game berat ataupun browsing dengan wifi dan Data seluler serta tadi sempat rekam video dan foto buat lomba antar kelas disekolah (nasib jadi Dokumentasi. Bahkan pemakaian diluar saya naikkan brightnessnya, tau sendiri kan Xiaomi gimana kalau diluar ruangan. Apalagi dengan kondisi terik, perangkat saya tembus 45°. Tentu tidak wajar bukan?) buat saya yang bukan penggila SoT sih udah lumayan segitu yang penting bisa dipakai 🙂 pada saat beli HH ini Alhamdulillah semuanya aman, berjalan normal sampai sekarang saya belum menemukan bug ataupun kesalahan perangkat ketika memakainya. Jaringannya sih mendukung 4G LTE, VoLTE (di kota saya belum ada), EvDO, TD-SCDMA, GSM, EDGE, WCDMA, Bluetooth yang udah lumayan meski tak terpakai, Wi-Fi, GPS yang ga tau tipenya karena ga pernah pakai tapi lock lokasinya Ok kok. Sudah dites di Opera Mini, bisa baca lokasi saya dengan akurat. Baterai termasuk jumbo, 4100 mAh. Lumayan buat main, browsing dan lain lain. Tapi ya kudu sabar kalau nge-charge nya lama. Sekali pakai awet sih, triknya sih masuk mode pesawat, kurangin brightnessnya sampe mentok Kiri dan done. Tunggu aja, meski ga begitu signifikan waktunya berkurang. Untuk aplikasi, saya nemuin aplikasi unik namanya Mi Remote. Karena udah imclude sensor InfraRed Blaster yang bisa untuk semua perangkat yang pakai Remote, maka cukup kendalikan dari sini. Saya udah tes dan hasilnya work, dan juga aplikasi Forum MIUI (baru kali ini aplikasi bawaannya ada semacam forum diskusi gitu. Biasanya jarang banget). Mereka ini membahas semua tentang Perangkat HH Xiaomi. Untuk bloatware ga begitu banyak, khas Google lah (karena emang udah diflash dan diinjeksi aplikasi Google). Fingerprint nya responsif meski kadang gagal masuk saya (bukan salah fingerprint nya, tapi jari saya yang salah posisi)

Kesimpulan nya, dengan harga Rp1.425.000 perangkat ini lumayan worth dengan perbandingan Price-to-Perfomance untuk sebuah ukuran saya yang cukup untuk sehari-hari. Kekurangannya mungkin karena ini garansi distributor, dan beberapa masalah maupun bug kecil di MIUI Overall perangkat ini worth banget buat dimiliki apalagi sekarang keluar penerusnya yaitu Redmi 5X yang tidak lagi terjangkau karena udah Dual Kamera (harga nya tembus 3 jt).

Good Bye

Diposkan pada Uncategorized

Review smartphone Vivo Y51L: Smartphone bengis bikin dompet gak meringis

Hallo. Apa kabar. Semoga semuanya baik baik saja. Baik kali ini saya akan review smartphone, bukan punya saya sih hehe soalnya kantong lagi kempes sodara-sodara. Smartphone yang saya review kali ini dari China yaitu Vivo Y51L. Penasaran? Yuk, tapi secara gak teknis alias umum hehe. Lanjutkan membaca “Review smartphone Vivo Y51L: Smartphone bengis bikin dompet gak meringis”

Diposkan pada Uncategorized

Install Puppy Linux lewat USB Flash Drive maupun Virtual Box

Hallo. Apa kabar. Semoga semuanya baik baik saja, kau ini kita akan bahas cara install Puppy Linux. Apa itu? Dia adalah OS yang merupakan distro dari Slackware (googling aja). OS ini sih ngga sepopuler Ubuntu dan Mint, namun cocok buat PC tua yang ngga sanggup jalanin Windows 7. Kali ini saya akan jelaskan cara installnya, saya installnya di dua media, yaitu di Flash Drive (ditempat teman. Jadi, ngga bisa liatin gambarannya). Lanjutkan membaca “Install Puppy Linux lewat USB Flash Drive maupun Virtual Box”

Diposkan pada Uncategorized

Review Helm JP Helmet Supreme: Helm Half face motocross mirip NHK dari merk anti mainstream

Hallo. Apa kabar. Semoga semuanya baik baik saja. Kali ini saya akan review helm saya yang menggantikan helm half face Yamaha saya yang ancur beneran (cek dipostingan lama ada. Saya malas ngelinknya :D. Abis postingan itu helm ini tambah ancur *curhat) ok cukup basa basi basna langsung saja penampakan nya. Ini dia Lanjutkan membaca “Review Helm JP Helmet Supreme: Helm Half face motocross mirip NHK dari merk anti mainstream”

Diposkan pada Uncategorized

Review USB Flash Drive Toshiba 32 GB: Cuma bungkusnya yang berubah. Selebihnya, ngga!

Hallo. Apa kabar. Semoga semuanya baik baik saja. Kali ini saya akan review lagi tentang flash drive (bukan flash disk. Disknya dimana coba 😆 ) Toshiba Hayabusa 32 GB yang dulu sempat saya pake tetapi dengan kapasitas yang lebih kecil yaitu 16 GB (segitu dibilang kecil? :D). Langsung saja, ini dia penampakannya.
Lanjutkan membaca “Review USB Flash Drive Toshiba 32 GB: Cuma bungkusnya yang berubah. Selebihnya, ngga!”